Monday, April 26, 2010

Kemarin

Kemarin:
  • Ultah ke-26
  • Sejak tengah malem dpt banyak ucapan lewat SMS,FB,Twitter
  • Setengah 2 subuh dpt kejutan didatengin temen-temen bawa cheese cake
  • Dpt kado dari temen-temen
  • Ditodong traktir subuh-subuh makan nasi kalong
  • Siangnya makan bareng keluarga di Salam sereh
Ulang tahun adalah momen buat mensyukuri byk hal dlm hidup,salah satunya orang-orang yg sayang sama kita. Dan menyenangkan bgt bisa berbagi momen itu bareng mereka. Thanx a lot guys!
popsicle @ 9:10 AM | 0 comments
------------

Wednesday, February 10, 2010

Soal Jejaring

Hai...ketemu lagi di blog ini stlh lbh dari 2 bulan! Haha kayaknya ini rekor terlama hibernasi nih. Bukan hibernasi dari dunia maya sih,tapi skrg saya lebih aktif di microblog drpd di blog begini. Mengetik 140 karakter lbh menyenangkan drpd mengetik panjang-panjang. Jangankan mengetik,gara-gara kecanduan microblog,buat baca blog saja rasanya males bgt. Panjang amat yak tulisannya? :-)

Anyway,soal dunia maya juga bikin saya kembali ke blog. Sebenernya ini juga tadinya mau ditulis di Twitter,tapi males juga kalo mesti posting berkali-kali. Ini soal kasus ABG yg dibawa kabur sama orang yg dikenalnya di Facebook. Gara-gara itu,heboh lagi soal dampak negatif jejaring sosial. Padahal positif-negatifnya sesuatu kan tergantung bagaimana penggunaannya.

Menurut saya,kadang orang-orang rawan jadi korban kejahatan lewat jejaring sosial karena kecerobohannya sendiri. Gak hati-hati meng-add teman,terlalu byk mengumbar informasi personal,terlalu gampang percaya sama orang yg baru dikenal,dsb. Dlm hal add teman,kita kan bisa menentukan siapa-siapa saja yg bakal jadi teman kita. Kalo kita gak kenal,ragu-ragu,atau bahkan kenal tapi gak suka sama orang itu,kan gak usah di-add. Masalahnya kadang kita suka gak enakan buat menolak friend request dari orang lain,atau malah banci friend list,pengen punya byk teman jadi meng-add siapa saja. Buat saya sendiri,kalo ada friend request saya selalu lihat mutual friends-nya. Kalo byk & rata-rata saya kenal baik baru di-approve.

Hal lainnya,kadang orang gak menyadari bhw mereka pny kendali dlm hal menyebar informasi personal. Semua jejaring sosial pny privacy setting yg bisa diatur sedemikian rupa,informasi personal mana saja yg bisa dilihat publik & sama siapa saja. Dan yg penting juga,gak perlu terlalu byk memberi informasi personal. Alamat & nmr telepon itu gak perlu. Saya sendiri mengatur semua informasi cuma bisa dilihat sama teman di friend list. Foto-foto pun kadang saya atur begitu. Kalo kalian teman FB saya pasti tahu disitu byk foto 2 keponakan saya. Khusus buat foto-foto mereka ada yg saya atur biar cuma bisa dilihat grup tertentu yaitu keluarga & teman-teman dekat.

Jadi kalo di jejaring sosial jadi orang tuh jgn terlalu pamer,jgn sok akrab & jgn terlalu narsis. Hmm sebenernya berlaku di dunia nyata juga sih. Tapi gara-gara ini & berbagai kasus lain,jgn jadi parno lah sama yg namanya jejaring sosial. Pokoknya yg penting hati-hati,ingat sama tujuan semula situs ini yaitu buat menjalin silaturahmi. Selama penggunaannya gak berlebihan,sesuai sama fungsinya,mudah-mudahan sih gak ada masalah.

(Btw,kalian gak tau betapa berjuangnya saya buat ngetik ini. Lbh dari 2000 karakter gitu loh,ini bisa jadi jml tweet saya seharian) :-p

Labels: ,

popsicle @ 5:48 AM | 0 comments
------------

Tuesday, December 01, 2009

World AIDS Day

RESPECT & PROTECT
popsicle @ 12:33 AM | 0 comments
------------

Monday, October 05, 2009

Tentang (Berita) Gempa

30-09-2009 17:16, Sumatra Barat diguncang gempa berkekuatan 7,6 SR. Gempa yg berpusat di barat daya Pariaman itu udah menghancurkan ribuan gedung & rumah, menimbulkan ratusan korban jiwa, ribuan korban luka, sementara ratusan lagi masih hilang. Sejak kejadian sampai sekarang bantuan terus mengalir ke sana, meskipun distribusinya masih kacau sampai ada penjarahan segala. Pencarian & evakuasi korban juga terus jalan. Tiap hari data jumlah korban selalu bertambah.

Sejak kejadian sampai sekarang juga kita yg tinggal jauh dari tempat kejadian disuguhi berita-berita gempa di berbagai media. Wajar kalau kita ingin tau, secara ini musibah yg besar, dan sebagai sesama orang Indonesia kita juga punya rasa keterikatan, simpata sama para korban.

Sayangnya belakangaa pemberitaan di media tampaknya udah sangat berlebihan, terutama di televisi. Bukan rahasia lagi kalau televisi adalah media yg paling bersaing satu sama lain. Maka dlm hal pemberitaan pun bersaing buat menyajikan yg terdepan & terbaik. Gak heran dlm pemberitaan gempa ini banyak yg dikasih embel-embel “Exclusive” atau “Kami yg pertama”. But the truth is, we don’t care! Saya sebagai penonton gak peduli juga itu media mau yg pertama atau terakhir, yg penting kan konten berita. Seberapa akurat informasi yg mereka sampaikan dan pastinya harus bermanfaat buat penonton juga para korbannya.

Hal lain yg mengganggu, entah karena buru-buru takut keduluan sama stasiun tv lain atau karena ingin menggambarkan efek bencana yg dahsyat, banyak stasiun tv yg menyiarkan gambar-gambar sadis. Jenazah-jenazah menumpuk atau berserakkan di jalan, tanpa di-blur. Parah! Padahal apa susahnya sih di-edit dikit gambar dibikin samar. Atau kalau ingin menggambarkan besarnya efek gempa cukuplah tayangin gambar bangunan-bangunan yg rusak.

Maka nonton berita gempa akhir-akhir ini rasanya udah seperti nonton reality show. Sama-sama bikin muak saking berlebihannya. Kita peduli sama para korban, kita juga ingin tau kondisi mereka, tapi janganlah penderitaan mereka malah dieksploitasi cuma demi gengsi & rating tinggi. Ingat elemen ke-9 dlm 9 Elemen Jurnalisme Bill Kovach: “Wartawan bertanggungjawab terhadap nurani”. Artinya wartawan & para awak media mesti mendengarkan hati nurani mereka dlm mencari, mengolah, dan menyampaikan berita. Etis ngga berita yg mereka bikin?

Tapi masalahnya memang susah juga kalau udah berhubungan sama petinggi media & urusannya sama komersialisme. Yang saya tau, di internet udah banyak yg protes tentang pemberitaan gempa ini. Bahkan para wartawan sendiri pun ada yg kurang setuju, pada teriak-teriak di Twitter. Tapi mereka gak bisa apa-apa juga karena itu suruhan atasan. Sekarang mestinya orang-orang media nanya sama diri sendiri, kalau mereka yg kena gempa & jadi korban, mau gak dieksploitasi demi keuntungan orang lain?

Oh ya satu lagi, kenapa sih kalau wawancara korban gempa para wartawan itu seneng sekali nanya: “Bagaimana perasaan Anda?” Pertanyaan bodoh. Itu orang udah kena gempa, badannya mungkin luka, rumahnya rusak, hartanya habis, keluarganya meninggal, terus ditanya gimana perasaannya. Menurut loooooooo?????

Labels: ,

popsicle @ 9:24 AM | 0 comments
------------

Sunday, September 20, 2009

Selamat


Selamat Idul Fitri 1430H
Mohon maaf lahir & batin

Labels:

popsicle @ 12:33 AM | 0 comments
------------